Ada banyak cara untuk bernostalgia. Sebagian orang melakukannya dengan mendengarkan lagu lama, menonton acara televisi jadul, atau memainkan game masa kecil. Namun ada satu hal yang sering terlupakan: iklan televisi.
Bagi generasi 90-an dan awal 2000-an, iklan bukan sekadar jeda di antara acara favorit. Beberapa iklan justru begitu menarik hingga slogan, jingle, dan tokohnya masih melekat di ingatan sampai puluhan tahun kemudian. Bahkan ada kalimat dari iklan yang akhirnya menjadi bagian dari percakapan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Di era ketika televisi masih menjadi pusat hiburan keluarga, kreativitas para pembuat iklan mampu menciptakan karya yang sederhana tetapi sangat membekas. Berikut adalah 10 iklan lawas yang paling diingat oleh masyarakat Indonesia.
1. Daia “Dag Dig Dug Dhuerr!”
Sebelum media sosial dipenuhi audio viral, televisi Indonesia sudah memiliki slogan iklan yang mudah menempel di kepala.
Salah satunya adalah iklan deterjen Daia dengan kalimat “Dag Dig Dug Dhuerr!”. Efek suara yang unik membuat iklan ini berbeda dibandingkan iklan deterjen lainnya pada waktu itu. Tidak sedikit anak-anak yang ikut menirukan slogan tersebut meskipun belum memahami maksud iklannya.
Kesederhanaan justru menjadi kekuatan utama iklan ini.
2. Indomie (Pegunungan)
Indomie memiliki banyak iklan ikonik, tetapi versi pegunungan termasuk yang paling dikenang.
Iklan yang muncul pada akhir 1990-an ini menampilkan suasana alam yang sejuk, keluarga yang hangat, serta semangkuk mi yang mengepul. Kombinasi visual tersebut berhasil menciptakan kesan nyaman dan akrab bagi penonton. Jingle “Indomie Seleraku” yang muncul berulang kali membuat iklan ini semakin sulit dilupakan.
Bahkan hingga kini, banyak warganet yang menganggap iklan-iklan Indomie era lama memiliki nuansa yang lebih hangat dibandingkan iklan modern.
3. Permen Ting-Ting
Bagi anak-anak yang tumbuh pada era 90-an, Permen Ting-Ting adalah salah satu camilan yang sulit dilupakan. Selain rasanya yang khas, produk ini dikenal luas berkat iklan televisinya yang sering muncul di berbagai stasiun TV nasional.
Yang paling membekas tentu saja jingle iklannya yang ceria dan mudah diingat. Bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, banyak orang masih bisa mengingat nada maupun potongan liriknya. Hal inilah yang membuat Permen Ting-Ting sering masuk dalam daftar iklan jadul paling ikonik di Indonesia.
4. Kiko “Enak Tau!”
Permen Kiko menjadi salah satu jajanan favorit anak-anak pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Popularitasnya semakin meningkat berkat iklan yang menampilkan slogan sederhana namun sangat mudah diingat, yaitu “Enak Tau!”.
Kalimat singkat tersebut sering ditirukan oleh anak-anak dalam percakapan sehari-hari. Keberhasilan Kiko menunjukkan bahwa sebuah slogan yang sederhana dapat menjadi sangat efektif ketika dipadukan dengan iklan yang menarik dan tayang secara konsisten. Sampai sekarang, banyak orang masih langsung teringat pada permen Kiko ketika mendengar kalimat tersebut.
5. TelkomNet Instan “080989999”
Di era internet dial-up, nomor ini sangat terkenal. Banyak orang yang bahkan lebih mudah mengingat nomor TelkomNet Instan dibanding nomor telepon rumah mereka sendiri.
Iklan tersebut berhasil membuat deretan angka menjadi bagian dari budaya populer generasi awal pengguna internet Indonesia.
6. NutriSari “Jeruk Kok Minum Jeruk?”
Inilah salah satu slogan iklan paling legendaris dalam sejarah televisi Indonesia.
Iklan yang dibintangi Joshua Suherman saat masih kecil menampilkan percakapan lucu dengan karakter jeruk. Kalimat “Jeruk kok minum jeruk?” menjadi sangat populer dan masih sering digunakan sebagai bahan candaan hingga sekarang.
Tidak banyak iklan yang mampu bertahan dalam ingatan masyarakat selama lebih dari 20 tahun seperti NutriSari.
7. Antangin “Wes Ewes Ewes Bablas Angine”
Antangin membuktikan bahwa penggunaan bahasa daerah dapat menjadi kekuatan dalam sebuah iklan.
Jingle “Wes Ewes Ewes Bablas Angine” sangat mudah diingat dan berhasil menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Bahkan orang yang belum pernah menggunakan produknya pun sering kali mengenali jargon tersebut.
Hingga saat ini, slogan tersebut masih menjadi salah satu yang paling terkenal dalam dunia periklanan Indonesia.
Mengapa Iklan-Iklan Ini Sulit Dilupakan?
Ada beberapa alasan mengapa iklan-iklan tersebut masih dikenang hingga sekarang.
Pertama, mereka memiliki slogan yang sederhana dan mudah diingat. Kedua, iklan-iklan tersebut ditayangkan berulang kali pada saat televisi menjadi media hiburan utama keluarga Indonesia. Ketiga, banyak di antaranya menggunakan jingle yang menarik sehingga tanpa sadar tersimpan dalam memori penonton.
Di berbagai forum internet dan media sosial, banyak orang masih membagikan ulang cuplikan iklan lawas tersebut sebagai bentuk nostalgia. Reaksi yang muncul pun hampir selalu sama: senyum, tawa, dan kenangan masa kecil.
Penutup
Bagi generasi yang tumbuh pada era 1990-an hingga awal 2000-an, iklan televisi adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Beberapa iklan bahkan berhasil melampaui fungsi utamanya sebagai media promosi dan berubah menjadi bagian dari budaya populer Indonesia.
Dari “Ini Dulu Baru Itu”, “Dag Dig Dug Dhuerr!”, hingga “Jeruk Kok Minum Jeruk?”, semua slogan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas yang sederhana sering kali lebih membekas dibandingkan teknologi yang canggih. Dan setiap kali melihat kembali iklan-iklan itu, kita seolah diajak kembali ke masa ketika televisi tabung, jajanan sekolah, dan sore hari tanpa internet masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
