Ada aroma yang bisa membangkitkan kenangan. Ada pula lagu yang mampu membawa seseorang kembali ke masa lalu hanya dalam hitungan detik. Namun bagi banyak orang yang tumbuh pada era 1990-an hingga awal 2000-an, suara justru menjadi pemicu nostalgia yang paling kuat.
Beberapa suara tertentu seakan memiliki kekuatan ajaib. Ketika terdengar lagi setelah bertahun-tahun, ingatan tentang masa kecil langsung bermunculan. Mulai dari suasana bermain di sore hari, menunggu jajanan keliling, hingga momen berkumpul bersama keluarga di depan televisi.
Berikut adalah 10 suara yang mampu membawa banyak orang Indonesia kembali ke masa kecil mereka.
1. Tukang Es Puter Keliling
![]() |
| detik.com |
Sebelum es krim modern mudah ditemukan di minimarket, anak-anak sudah lebih dulu mengenal es puter atau es tung-tung yang dijajakan menggunakan gerobak keliling. Nama "es tung-tung" sendiri berasal dari bunyi alat yang dipukul oleh pedagangnya sebagai penanda kedatangan. Suara khas tersebut menjadi salah satu bunyi yang paling melekat dalam ingatan banyak orang.
Begitu bunyi itu terdengar dari kejauhan, anak-anak biasanya langsung berlari ke dalam rumah untuk meminta uang jajan.
2. Telepon Rumah Berdering
![]() |
| liputan6.com |
Sebelum smartphone hadir, telepon rumah menjadi alat komunikasi utama. Saat telepon berdering, seluruh anggota keluarga sering berebut untuk mengangkatnya.
Ada rasa penasaran setiap kali telepon berbunyi. Bisa jadi teman sekolah, saudara dari luar kota, atau bahkan seseorang yang salah sambung.
3. Lagu Pembuka Kartun Minggu Pagi
![]() |
| peakpx.com |
Banyak anak era 90-an rela bangun pagi di hari Minggu demi menonton kartun favorit. Bahkan sebelum acara dimulai, lagu pembukanya sudah cukup membuat semangat.
Suara tersebut menjadi tanda bahwa waktu bermain boleh ditunda sejenak demi menikmati petualangan karakter favorit di televisi.
4. Kentongan Ronda
![]() |
| infopublik.id |
Bagi anak-anak yang tumbuh di era 90-an, suara kentongan ronda pada malam hari adalah hal yang sangat akrab. Menjelang larut malam, petugas ronda biasanya berkeliling kampung sambil memukul kentongan dengan pola tertentu sebagai tanda bahwa mereka sedang berjaga.
Suara "tong... tong... tong..." yang terdengar dari kejauhan sering menjadi latar malam di lingkungan perumahan maupun pedesaan. Bagi sebagian anak, bunyi itu justru menjadi pertanda bahwa sudah waktunya tidur. Namun ada juga yang merasa lebih tenang karena mengetahui ada warga yang menjaga keamanan lingkungan.
Kini, seiring perubahan gaya hidup dan semakin berkurangnya kegiatan ronda malam di beberapa daerah, suara kentongan tidak lagi sesering dulu terdengar. Karena itulah, ketika mendengarnya kembali, banyak orang langsung teringat pada suasana kampung yang tenang dan masa kecil yang penuh kenangan.
5. Modem Dial-Up
![]() |
| fandom.com |
Generasi yang mulai mengenal internet pada awal 2000-an pasti tidak asing dengan suara modem dial-up.
Suara berisik yang muncul saat komputer mencoba terhubung ke internet kini mungkin terdengar aneh. Namun pada masanya, bunyi itu justru menjadi pertanda bahwa petualangan di dunia maya akan segera dimulai.
6. Bel Pulang Sekolah
![]() |
| kompasiana.com |
Tidak ada suara yang lebih membahagiakan bagi anak sekolah selain bel pulang.
Begitu bel berbunyi, suasana kelas langsung berubah. Buku dimasukkan ke tas dengan cepat dan anak-anak bergegas keluar menuju lapangan atau tempat bermain favorit mereka.
7. Jingle Iklan TV
![]() |
| mojok.co |
Pada masa ketika pilihan hiburan masih terbatas, iklan televisi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Akibatnya, banyak orang tanpa sadar menghafal berbagai jingle iklan.
Ketika jingle tersebut terdengar lagi sekarang, kenangan masa kecil sering kali langsung muncul begitu saja.
8. Es Krim Keliling
![]() |
| youtube.com/@semuasuara |
Selain es puter tradisional, banyak anak era 90-an juga akrab dengan suara khas gerobak es krim keliling yang menggunakan pengeras suara atau musik tertentu. Tak sedikit orang yang mengaku masih merasa nostalgia ketika mendengar suara tersebut di lingkungan tempat tinggal mereka.
Bagi sebagian orang, suara itu bukan sekadar tanda ada penjual es krim datang, tetapi juga pengingat masa ketika kebahagiaan bisa didapat hanya dengan uang receh dan sebatang es krim.
Mengapa Suara Begitu Mudah Memicu Nostalgia?
Menurut berbagai penelitian tentang memori, suara memiliki hubungan yang sangat kuat dengan pengalaman emosional. Karena itulah bunyi-bunyi yang sering didengar saat masa kecil cenderung tersimpan lebih lama dalam ingatan.
Tidak heran jika suara kentongan tukang bakso, dering telepon rumah, atau bunyi es tung-tung yang terdengar secara tidak sengaja mampu membawa seseorang kembali ke masa puluhan tahun lalu hanya dalam sekejap.
Kenangan yang Tersimpan dalam Bunyi
Banyak hal dari masa kecil yang mungkin sudah berubah. Mainan berganti, teknologi berkembang, dan kebiasaan sehari-hari tidak lagi sama. Namun beberapa suara tetap memiliki tempat khusus di hati banyak orang.
Ketika suara-suara itu terdengar kembali, yang muncul bukan hanya ingatan tentang benda atau peristiwa tertentu, melainkan juga perasaan hangat tentang masa ketika hidup terasa lebih sederhana. Dan mungkin, itulah alasan mengapa suara sering menjadi mesin waktu terbaik untuk bernostalgia.







